Or signin with
Logo Abatasa Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Hijab Preneur » Cara Islam Mengangkat Derajat Kaum Hawa ( bag 3)
Cara Islam Mengangkat Derajat Kaum Hawa ( bag 3)
AL-Quran terus mengoreksi setiap pelanggaran atau konsepsi salah yang diyakini oleh orang orang jahiliah tentang perempuan sehingga fajar baru peradaban yang lebih manusia pun hadir di tengah-tengah umat manusia.
Senin, 04/02/2013 06:36 WIB
Cara Islam Mengangkat Derajat Kaum Hawa ( bag 3)

AL-Quran terus mengoreksi setiap pelanggaran atau konsepsi salah yang diyakini oleh orang orang jahiliah tentang perempuan sehingga fajar baru peradaban yang lebih manusia pun hadir di tengah-tengah umat manusia.

Tidak hanya itu, Rasulullah saw. pun sebagai pembawa risalah, melalui lisannya yang mulia mengungkapkan kon- sepsi-konsepsi baru tentang kedudukan wanita dalam masyarakat dan pola interaksi mereka dengan kaum laki- laki. Begitu juga, sebaliknya. Terkait hal ini ada sejumlah hadits berikut ini.

  • Rasulullah saw. bersabda, "Wanita adalah belahan se¬paruh (yang sama) dengan pria." (HR Abu Dawud dan Ahmad)
  • Dari Mughirah bin Syubah bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, mengubur anak perempuan hidup- hidup, menahan dan menuntut; dan Dia tidak suka kalian banyak bicara, banyak bertanya, dan menghambur- hamburkan harta." (HR Muttataq Alaih)
  • Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh dimadu antara seorang perempuan dan saudara perempuan ayahnya dan antara seorang perempuan dan saudara perempuan ibunya." (HR Muttataq Alaih)
  • Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw. bersabda, "Barang- siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, janganlah ia menyakiti tetangganya, dan hendaklah engkau sekalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada para wanita. Sebab mereka itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas. jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya dan jika engkau membiarkannya, ia tetap akan bengkok. Maka hendaklah kalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada wanita." (HR Muttafaq Alaih)
  • Hakim bin Muawiyah, dari ayahnya berkata, "Aku bertanya, Wahai Rasulullah, apakah kewajiban sese¬orang dari kami terhadap istrinya?" Beliau menjawab, "Engkau memberinya makan jika engkau makan, engkau memberinya pakaian jika engkau berpakaian, jangan memukul wajah, jangan menjelek-jelekkandan jangan menemani tidur, kecuali di dalam rumah." (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasai, dan Ibnu Majah)

Rasulullah saw. bersabda, "Laki-laki terbaik adalah laki- laki yang paling lembut kepada istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku." (HR Turmudzi)


Derajat kaum wanita segera terangkat dengan hadirnya risalah Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. Dengan semangat rahmatan lil alamin, beliau membawa pesan- pesan pembaharuan dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan. Pihak pertama tidak lebihtinggi dari pihak kedua, tidak ada pula penguasaan, penindasan, dan kezaliman. Semuanya sama di hadapan Allah Azza wa jalla. Satu hal prinsip yang membedakan keduanya hanyalah ketakwaan dan kedekatannya kepada Allah SWT. "Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.." (QS al-Hujurat [49] :13 )

 

Sebagai langkah nyata atas bimbingan Al-Quran Rasulullah saw. Mensyariatkan perolehan hak diberikan kepada wanita, yaitu hak waris, hak jaminan bagi kebebasan berpendapat dan berekspresi (dalam batas-batas tertentu ), hak kesetaraan di hadapan hukum, hak mendapatkan pedidikan dan nafkah yang layak dari saminya, hak larangan menceraikan istri tanpa sebab, dan hak larangan membunuh atau membenci bayi-bayi perempuan. Rasulullah SAW pun memberikan mekanisme "pertahanan dan perlindungan diri" bagi wanita agar senantiasa terjaga kehormatannya, misalnyadengan mewajibkan berjilbab, larangan bepergian jauh sendirian, dan larangan berdua duaan dengan lelaku yang bukan mahramnya. Semua itu ditetapkan dalam aturan yang jelas, tegas, dan adil.


Pada bagian selanjutnya kita akan coba menelaah bagaimana derajat wanita ditinggikan dan dijaga kesuciannya melalui perintah jilbab kepada mereka.

 







comments powered by Disqus
Hijab Preneur
Kisah Sukses Kreasi Coklat Kurma, Wulan!
Rabu, 17/07/2013 07:17 WIB

Sebelum membuat coklat kurma, muslimah yang akrab dipanggil Wulan oleh teman-temannya ini sering menerima pesanan untuk membuat kue ulang tahun, brownies, blackforrest dan lain-lain. Kreasi coklat

connect with abatasa