Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Nasihat » Nak, Temui Bunda Sekali Saja.!
Nak, Temui Bunda Sekali Saja.!
Suatu hari di kalangan Bani Israil, ada seorang pemuda yang tampan dan sangat rajin beribadah bernama Ahmad. Kesalehan dan ketaatan ibadahnya telah dikenal luas dan menjadi pembicaraan masyarakat. Ia tak pernah melupakan...
Kamis, 04/04/2013 06:47 WIB
Nak, Temui Bunda Sekali Saja.!

Suatu hari di kalangan Bani Israil, ada seorang pemuda yang tampan dan sangat rajin beribadah bernama Ahmad. Kesalehan dan ketaatan ibadahnya telah dikenal luas dan menjadi pembicaraan masyarakat. Ia tak pernah melupakan ibadah-ibadah wajibnya yang diperindah dengan ibadah sunah. Waktunya dihabiskan untuk memuji Allah Swt. dan mencari rahmat-Nya.

Suatu hari, sang Bunda yang telah lama tak berjumpa mendatangi rumah sang anak tercinta Ahmad. Setelah mengucap salam, sang Bunda lantas memanggil Ahmad.
"Ahmad! Keluarlah dan temui bundamu ini, Nak!" seru sang Bunda.

Secara kebetulan Ahmad baru saja memulai shalatnya. Mendengar panggilan sang Bunda, Ahmad menjadi bimbang dan galau.
‘Ya Allah, bagaimana ini? Mana yang aku dahulukan? Memenuhi panggilan Bunda atau meneruskan shalatku?"
Ahmad akhirnya memilih meneruskan shalatnya. Ia mengabaikan panggilan ibunya. Karena Ahmad tak kunjung keluar, sang Bunda lalu pulang dengan hati kecewa.

Keesokan harinya, saat Ahmad tengah melaksanakan shalat Zuhur, ibunya kembali ke tempat Ahmad dan memangil-manggil nama anak kesayangannya itu. Ahmad tetap pada pendiriannya. Memenuhi panggilan Allah Swt. tentulah lebih penting daripada menjawab salam sang Bunda.

Dengan kerinduan yang memuncak di dadanya, sang Bunda kembali memanggil nama Ahmad dan menyuruhnya keluar untuk segera menemuinya. Karena beberapa kali sang Bunda gagal menemui Ahmad, sang Bunda merasa sakit hati dan kecewa. Dalam kekesalannya, sang Bunda berdoa kepada Allah SWT.

‘Ya Allah, ya Rabb, berilah pelajaran kepada Ahmad. Sungguh terluka hati ini karena ia tak mau memenuhi panggilanku."
Tak disangka-sangka, keesokan harinya, seorang wanita pelacur yang telah melahirkan seorang bayi berkata pada Bani Israel, "Bayi ini adalah hasil hubunganku dengan Ahmad!"

Pengakuan wanita itu membuat heboh orang-orang Bani Israil. Mereka lalu mendatangi Ahmad, menangkapnya, dan merobohkan surau, tempat Ahmad beribadah.

"Apa yang mendorong kalian berbuat seperti ini?" tanya Ahmad terkaget-kaget.
"Kau telah berbuat zina dengan wanita pelacur ini hingga ia melahirkan bayimu!"
"Tunggu sebentar, izinkanlah aku mengeijakan sha- lat sejenak," pinta Ahmad.

Selesai mengeijakan shalat, Ahmad menghampiri si bayi dan bertanya, "Hai, Nak, siapakah sebenarnya ayahmu?"
Tiba-tiba, bayi itu menjawab, "Aku adalah anak Fulan penggembala ternak itu."

Mendengar keajaiban tersebut, orang-orang yang meyaksikan langsung menghampiri Ahmad dan meminta maaf. Mereka berjanji akan kembali membangun surau untuknya dari bahan emas. Namun, Ahmad menolak dan meminta agar surau kembali dibangun sebagaimana semula. Ahmad lalu menemani sang Bunda dan meminta maaf padanya.

"Al-jannatu tahta aqdamil ummahat"
( suraga terletak di bawah kaki ibu )







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa