Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Nasihat » Mukena dan Tren Busana
Mukena dan Tren Busana
Mukena, telekung, atau rukuh, adalah beberapa sebutan untuk pakaian shalt. Bentuk dan warna mukena tak lepas dari tren busana. Dahulu, mukena dibuat sederhana, lurus menutup seluruh tubuh, jecuali wajah dan telapak tangan.
Senin, 13/05/2013 06:15 WIB
Mukena dan Tren Busana

Mukena, telekung, atau rukuh, adalah beberapa sebutan untuk pakaian shalt.
Bentuk dan warna mukena tak lepas dari tren busana. Dahulu, mukena dibuat sederhana, lurus menutup seluruh tubuh, jecuali wajah dan telapak tangan.

Seiring berjalannya waktu, mukena semakin cantik namun tetap syari
Beberapa tahun lalu, muncul mukena dengan nama artis yang mengenakannya.
Mukena jenis ini tampak mewah dengan tumpukan kepala, bordir, dan warna.
Ketika trend kain satin, mukena satin pun muncul dimana - mana, kemudian ada parasut, yang tipis dan mudah dibawa ke mana-mana. Ada juga katun dengan brodir krancang, terakhir mukena bali, yang bahannya adem, dan warna warni.

Syarat Mukena

Menutup aurat dalam shalat, tidak cukup pakaian ala kadarnya, yang penting menutup aurat.
Namun perlu memperhatikan sisi keindahan dan kebersihan.
Karena allah memerintahkan mengenakan perhiasan (pakaian sebagai perhiasan) ketika shalat.
Sepantasnya, kita mengenakan pakaian paling bagus dan indah.

Ada beberapa syarat dalam mengenakan pakaian shalat.
  • Tidak menampakkan kulit tubuh yang ada di balik pakaian
  • Bersih dari najis
  • Bukan pakaian yang haram untuk dikenanakan, seperti : sutera bagi laki - laki.
  • Pakaian tersebut tidak menimbulkan mudharat/bahaya bagi pemakainya.

Merawat Mukena

  1. Sebaiknya setelah digunakan, dantung dengan hanger agar tetap kering terkena angin. Bagian kepala mukena cenderung lembab dikarenakan terkena basah dari rambut yang dibasuh air.
  2. Hindari mencuci mukena menggunakan mesin cuci, cukup merendam dengan air hangat lalu dicampurkan sedikit detergen.
  3. Setelah dicuci, mukena cukup diangin - anginkan, hindari menjemur langsung dibawah sinar matahari, untuk menghindari memudarnya warna dan motif pada mukena.
  4. Hindari memeras mukena setelah proses pencucian apalagi untuk mukena yang memiliku bordir atau payet. Mukena bisa langsung dijemur dan diangain-angin.
  5. Saat kering, setrika mukena dengan derajat panas yang sedang, agar mukena tidak mudah rapuh.
  6. Setelah semua proses selesai, simpan mukena ditempat yang kering dan lipat dengan posisi yang rapi.

Mukena anda siap digunakan







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa