Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Nasihat » Do`a Perempuan Tua
Do`a Perempuan Tua
Pada suatu waktu di pulau Jawa, seorang perempuan tua yang sangat miskin tinggal di sebuah gubuk bambu dan jerami. la tidak memiliki apapun kecuali sebuah panci. . . . .
Kamis, 15/08/2013 06:10 WIB
Do`a Perempuan Tua

Pada suatu waktu di pulau Jawa, seorang perempuan tua yang sangat miskin tinggal di sebuah gubuk bambu dan jerami. la tidak memiliki apapun kecuali sebuah panci. Perempuan itu mengumpulkan kayu di hutan untuk dijual, begitulah ia menghidupi dirinya.

Suatu hari ia terbangun dan merasa sangat lemah, tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan bekerja. Hari sudah larut, matahari membakar panas di langit, tetapi ia mencoba bangun dan tertatih-tatih keluar mulai mencari kayu bakar.

Tidak lama kemudian ia tiba di sebuah dasar sungai yang kering. Di sana ia melihat sebuah genangan kecil, tiga ekor ikan berjuang untuk tetap hidup. Perempuan tua itu sangat gembira, ikan-ikan itu bisa menjadi makanan yang baik. Tetapi ketika ia membungkuk untuk memungut mereka, ia mendengar mereka berdoa. "Allah, tolong," kata ikan terengah, "kirimlah hujan agar kami bisa hidup. Terpujilah Allah!"

Perempuan itu mengerenyit. Aneh betul mendengar ikan berdoa kepada Allah, selain itu, sungguh doa yang bodoh. Bagaimanapun juga, ini musim kering. Tetapi tepat pada saat itu juga, awan gelap berkumpul entah dari mana. Hujan deras mengguyur dasar sungai yang kering; genangan air berubah menjadi air yang mengalir, dan ikan-ikan itu berenang pergi!

Ketika melihat ini, perempuan itu memutuskan bahwa jika Allah menjawab doa ikan, maka ia juga akan menjawab doanya. la bergegas pulang, duduk di alas tikarnya, memejamkan mata dan mulai berdoa. "Allah, tolong, kirimi aku koin agar aku bisa membeli nasi. Aku berdoa kepadamu, Allah, tolong, jawablah doaku."

Suaranya semakin teguh, doanya semakin saleh. "Aku sedang sekarat karena lapar, Allah. Tolong kirim aku koin."

Sepanjang hari ia berdoa, tanpa henti, bahkan ketika matahari terbenam dan terbit kembali. Ketika berdoa, kata-katanya menjadi mantera, dan mantera itu semakin lama semakin keras sampai semua orang yang tinggal di dekatnya bisa mendengar kata-katanya.

Para tetangga takjub pada ketekunan perempuan tua itu, dan pada gilirannya membangkitkan ketekunan mereka juga. Tetapi seorang tetangga perempuan itu, seorang pedagang yang kaya, adalah seorang pria yang pelit. Ketika ia mendengar doa perempuan itu, ia merasa terganggu. Akhirnya ia mengetuk pintu perempuan tua dan berteriak, "Hentikan doamu. Tidakkah kamu lihat bahwa Allah tidak peduli padamu?"

Tetapi perempuan itu nyaris tidak mendengarnya, ia begitu tekun pada doanya, begitu teguh pada kepercayaannya bahwa Allah akan menjawab. Ini membuat pria itu marah. "Hentikan sekarang jugal" teriaknya. la memukul pintu, dan ketika tindakan itu juga tidak mempan, ia melempar batu ke gubuknya.

"Hentikan! Aku tidak tahan mendengar suaramu!" Tetapi perempuan tua itu terus berdoa, dari hari ke hari.

Di akhir minggu, tetangganya yang pedagang itu memutuskan apa yang akan ia lakukan. la mengisi sebuah karung besar dengan pecahan kaca, keramik, lilin-lilin bekas, paku karatan dan sampah. Kemudian ia memanjat ke atas gubuk perempuan tua, melubangi atap jerami dan menjatuhkan karung melalui lubang, ke atas kepala perempuan tua itu. Ketika karung itu menimpa kepalanya, perempuan tua itu jatuhpingsan, dan pedagang menarik nafas lega, karena pada akhirnya suaranya lenyap.

Esok paginya, perempuan tua terbangun, dan ketika membuka mata, ia melihat sebuah karung di sisinya. Di dalamnya ia menemukan ratusan koin emas.

"Allah telah menjawab doakul" teriaknya, dan sejak saat itu ia hidup nyaman, selalu menolong orang yang membutuhkan. la tahu bahwa setiap orang, kapanpun, bisa menjadi miskin dan membutuhkan, dan ia tidak menginginkan nasib ini jatuh pada siapapun.

Ketika pedagang mendengar berita ini, pada mulanya ia tidak percaya dan kemudian ia menjadi marah. la memutuskan bahwa ia harus lebih kaya. la memerintahkan pelayannya untuk mengisi karung dengan pecahan kaca, pecahan keramik dan segala sesuatu yang lain yang tidak terpakai yang bisa ia temukan. "Lebih bagus lagi," kaca pedagang, "isi dua karung. Aku akan duduk dan berdoa selama seminggu. Di akhir minggu, aku ingin kamu menjatuhkan karung-karung ini melalui atap ke dalam rumahku."

Lalu pedagang itu duduk di lantai, memejamkan mata dan berdoa, dengan cermat ia menyelaraskan kata-kata mantera yang sama seperti yang telah dikatakan oleh perempuan tua itu, dengan cermat ia mengatur suaranya agar mencapai surga, sama seperti suara perempuan tua itu.

Hanya ada satu perbedaan dalam doa mereka. Ketika perempuan tua itu berdoa, ia percaya Allah akan menjawab doa-doanya. Tetapi ketika pedagang itu berdoa, ia hanya memimpikan banyak benda yang bisa dibeli oleh kekayaannya. la membayangkan kain-kain yang indah, permata yang berkilauan, kuda-kuda yang kuat. Dan ia terus mengkhayal.

Di akhir minggu, pelayannya menjatuhkan dua karung batu dan sampah melalui sebuah lubang di atap. Karung-karung itu menimpa pedagang dan membuatnya pingsan, jadi ia berbaring tidak sadarkan diri semalaman.

Di pagi hari, ketika ia bangun, kepalanya berdenyut-denyut, ia segera membuka karung pertama. Bayangkan keterkejutannya ketika ia menemukan bahwa karung itu berisi bebatuan, sampah dan pecahan gelas. la segera meraih karung kedua dan membukanya. Karung itu juga penuh dengan sampah.

"Allah, apa yang telah engkau lakukan?" teriak pria itu. Berjam-jam ia hanya mengutuk Allah dan menangis. Ketika tetangga dan orang yang lewat mendengar kata-katanya, mereka menjadi marah. Meskipun ia pernah menjadi pedagang yang sukses, sekarang tidak seorangpun man membeli barang-barangnya. Dan segera saja ia jatuh miskin, semiskin perempuan tua itu dulu.

Orang-orang mengatakan bahwa akhirnya perempuan tua itulah yang menyelamatkannya, tetapi itu cerita untuk hari esok.
Kesimpulan : " Doa yang dapat terkabul adalah doa yang disertai dengan keikhlasan dan ketulusan hati ".

dikutip dari : Kumpulan Kisah Teladan,Cerita Islami,Cerita Motivasi,Renungan dan Humor







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa