Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Nasihat » Hijabku Tanda Taat KU
Hijabku Tanda Taat KU
Setiap hari kita sering melihat di jalan atau tempat umum bahkan di jejaring social, dengan baju dan kerudungnya yang indah dan berwarna-warni. Senang melihatnya, aku rasa itu karena setiap manusia diciptakan Allah dengan ...
Rabu, 30/10/2013 06:49 WIB
Hijabku Tanda Taat KU

Artinya : "Diriwayatkan dari Saad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu" (HR. Tirmizi)"

Setiap hari kita sering melihat di jalan atau tempat umum bahkan di jejaring social, dengan baju dan kerudungnya yang indah dan berwarna-warni. Senang melihatnya, aku rasa itu karena setiap manusia diciptakan Allah dengan Naluri yang ingin diwujudkan. Nafsu untuk berkuasa, ingin menjadi kaya, memiliki barang-barang bagus merupakan contoh survival instinct.

Allah sungguh yang Maha Pengasih dan Penyayang, selain diberi naluri yang sangat ingin diwujudkan, Allah juga memberi seperangkat aturan guna mewujudkan keinginan.

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, ialah ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. (QS. an-Nûr [24]: 51-52).

Tentang jilbab dan kerudung pun Allah telah mengajarkan pada kita. Bagaimana kita seorang muslim berpakaian yang disukai oleh Allah dan tentu saja mengandung banyak kebaikan insya Allah.

AURAT PEREMPUAN
Wahai Asma: Sesungguhnya wanita yang telah haid tidak layak baginya terlihat dari tubuhnya kecuali ini dan ini..." (wajah dan telapak tangan) [HR. Abu Dawud, no. 3580]

KERUDUNG

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya" (QS an-Nur [24]: 31)

JILBAB

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin:
"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka" (TQS al-Ahzab [33]: 59)

Ibnu Katsir mengatakan bahwa jilbab adalah pakaian rangkap selain kerudung serupa baju kurung sekarang,
Ibnu Hazm berkata: "Jilbab dalam bahasa Arab yang dinyatakan oleh Nabi SAW ialah, busana yang menutupi seluruh badan dan tidak hanya sebagiannya."
Ibnu Abbas dalam tafsirnya (hal. 137), menyatakan Jilbab adalah kain penutup/ baju luar/ mantel yang menutupi seluruh tubuh wanita.
Dalam Kamus Al-Muhith, Jilbab laksana sirdab (terowongan), sinmar (lorong), yakni baju/pakaian yang longgar bagi wanita selain baju kurung/ pakaian apa saja yang dapat menutupi pakaian kesehariannya.
Al-Qurthubi dalam tafsirnya, menyatakan Jilbab adalah ar-radau, yaitu terowongan (pakaian yang lurus tanpa potongan yang menutupi seluruh badan).

Ketika diturunkan firmanNya, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, maka kaum perempuan Anshor keluar seakan-akan dari atas kepala mereka terdapat burung gagak, karena tertutup selimut." (HR. Abu Dawud)

SEHARUSNYA JILBAB
Panjang nya

Ibnu Umar meriwayatkan: Rasulullah SAW bersabda: "Siapa saja yang memanjangkan atau mengulurkan pakaiannya supaya diperhatikan orang, Allah tidak akan melihatnya kelak di hari kiamat." Ummu Salamah berkata: "Lalu bagaimana halnya dengan wanita-wanita yang pakaiannya terurai panjang?" Nabi SAW bersabda: "Supaya diturunkan atau dipanjangkan satu jengkal . Ummu Salamah berkata: "Kalau demikian kaki mereka akan terbuka". Nabi bersabda: "Supaya diturunkan kembali satu hasta jangan lebih." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Tidak tipis dan ketat

Diriwayatkan dari Aisyah ra. bahwa Asma binti Abu Bakar ra. masuk ke dalam rumah Nabi saw. dengan memakai pakaian tipis, lalu Nabi berpaling darinya seraya bersabda: "Hai Asma, sesungguhnya wanita itu apabila telah mencapai usia baligh tidak boleh menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini" (seraya mengisyaratkan kepada muka dan kedua telapak tangannya) (HR Abu Dawud)

JILBAB DAN KERUDUNG YANG BELUM SESUAI PERINTAH ALLAH







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa