Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Nasihat » Semua akan Berakhir dengan Kebaikan
Semua akan Berakhir dengan Kebaikan
Tenanglah, semua akan berakhir dengan kebaikan, hasil yang menyenangkan, dan kemuliaan. Engkau nyalakan api, padahal malam telah beranjak pergi. Ketika engkau jejali orang atheis dengan dalil-dalil, maka renungi dan pahamilah
Rabu, 07/05/2014 16:03 WIB
Semua akan Berakhir dengan Kebaikan

Wahai wanita yang dilanda kesedihan....

Tenanglah, semua akan berakhir dengan kebaikan, hasil yang menyenangkan, dan kemuliaan. Engkau nyalakan api, padahal malam telah beranjak pergi. Ketika engkau jejali orang atheis dengan dalil-dalil, maka renungi dan pahamilah sesuatu dengan jelas. Untuk mengungkap sesuatu, mata kita sering merasa lelah, dan hati dipenuhi berbagai makna. Kita selalu mencari harapan untuk setiap kesedihan. Maka, masihkah ada jalan?

Inilah saatnya Anda memerhatikan orang-orang yang sedang dilanda musibah. Perhatikan, dalam setiap kebahagiaan ada kesedihan. Tidaklah sebuah rumah akan dinaungi kebahagiaan kecuali ia sudah dilewati oleh kesedihan. Seandainya engkau menoleh ke kiri dan ke kanan, sesungguhnya engkau akan menyaksikan berbagai bencana, dan musibah dimana-mana.

Dimana ada kebahagiaan, maka di sana akan ada kesedihan.

Di setiap rumah yang ada senyuman, pasti ada tangisan. Dan di setiap rumah yang penghuninya sehat, pasti mereka telah melewati penyakit.

Abu Al Faraj Ibnu Al Jauzi menyebutkan dengan sanad dari Ubaid bin Ziyad, orang-orang yang membaca kitab menceritakan, “Ketika Dzul Qarnain tiba dari perjalanan Timur dan Barat dan sampai di negeri Babal, ia sakit sangat parah. Tatkala ia merasakan ajal hendak menjemput, ia menulis sepucuk surat untuk ibunya, ‘Ibuku, buatlah masakan, dan kumpulkan orang-orang yang tertimpa musibah semampumu. Apakah engkau menemukan sesuatu ketetapan yang masih tersisa, dan masih adakah angan-angan? Aku sudah mengetahui seyakin-yakinnya, orang yang pergi kepada-Nya lebih baik dari tempatku.’

Ia melanjutkan, “Ketika surat ini telah sampai pada sang ibu, beliau pun mulai membuat masakan, dan mengumpulkan orang-orang. Beliau berkata, ‘Masakan ini hanya untuk orang-orang yang terkena musibah.’ Mereka pun tidak makan. Tak lama sang ibu menyadari apa yang telah tertulis. Beliau berkata, “Bukankah yang engkau sampaikan ini merupakan nasehat? Maka aku sudah mengetahui nasehatnya.

Engkau telah memuliakan aku. Maka bagimu keselamatan, baik di masa hidup atau meninggal."

La Tahjan  for Women

(Jangan Bersedih, Nikmatilah Hidupmu)







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa