Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Nasihat » Menyemir Rambut
Menyemir Rambut
Kekurangsempurnaan yang bisa jadi dikasihkan oleh Allah kepada hamba-Nya yang tentunya mempunyai tujuan dan kebaikan tertentu, bagi kalangan tertentu tidak (belum tentu) dipahami sebagai sebuah hal yang wajar, dan menganggap
Jum'at, 18/07/2014 08:39 WIB
Menyemir Rambut

HAL-HAL yang sebenarnya dilarang oleh Allah adalah ketika seseorang itu mengadakan perubahan terhadap apa saja yang berkaitan dengan karunia fisik dari-Nya. Kekurangsempurnaan yang bisa jadi dikasihkan oleh Allah kepada hamba-Nya yang tentunya mempunyai tujuan dan kebaikan tertentu, bagi kalangan tertentu tidak (belum tentu) dipahami sebagai sebuah hal yang wajar, dan menganggap itu sebagai kekurangan dan jadilah ia merasa minder, tidak pede, lalu mempercantik diri dengan mengubah-ubah sesuai dengan apa saja yang ia inginkan, tanpa berpikir bahwa hal itu dilarang oleh Rasulullah dan tidak disukai oleh Allah.

Termasuk di sini adalah menyemir rambut. Menyemir rambut pada dasarnya adalah merubah warna rambut (baik sebagian atau seluruhnya). Rasulullah menekankan bahwa mengubah ciptaan
Allah dan tidak bersyukur terhadap apa yang sudah Ia berikan kepada kita adalah hal yang dilarang oleh Allah.

Hal yang perlu kita perhatikan adalah menyemir rambut dengan warna lain yang tidak sesuai dengan rambut aslinya adalah hal yang dilarang oleh Rasulullah. Karena pada dasarnya Islam menghendaki keaslian.

Sekarang ini banyak kita saksikan laki-laki dan juga wanita yang suka menyemir rambutnya, baik sebagian atau seluruhnya dengan warna merah, kuning, cokelat, putih keperakan, dan berbagai warna lainnya yang tentu saja dengan alasan:
1.    biar lebih bagus dilihat,
2.    lebih keren,
3.    ingin bergonta-ganti penampilan (untuk para artis terutama adalah dikarenakan biar penonton tidak bosan), dan
4.    kelebihan harta yang tidak tahu mau dipakai untuk apa, dan akhirnya untuk mempercantik diri.

Selain tidak diperbolehkannya mengganti warna rambut ciptaan Allah sesuai dengan aslinya, menyemir rambut adalah juga mengeluarkan biaya. Dan bagi mereka yang terbiasa menyemir rambut, maka ia akan mudah untuk kembali menyemir rambutnya dengan
bergonta-ganti warna. Dan hal ini, jelas akan merusak rambut. Karena apa pun jenis rambut kita, jika menemukan bahan-bahan yang sifatnya menempel lama, maka ia seperti juga kulit yang tertutup jalan napasnya....... Menyemir dengan demikian adalah mematikan dan menutup bagian tubuh yang asli yang telah diberikan oleh Allah.

Seorang muslim yang sempurna pasti akan menerima karunia apa pun dari Allah dengan penuh rasa syukur. Ketika usia sudah tua, otomatis rambut pun akan mulai rontok dan berubah menjadi putih. Bahkan, sebagian orang ada yang sangat jarang rambutnya (gundul). Semua itu sebenarnya me-ngingatkan kembali akan asal-usul diri kita, bahwa tidak selamanya kita akan muda terus, dengan rambut yang senantiasa hitam dan panjang. Ada masa tua yang pasti akan datang dan itu harus disadari, dan karenanya dengan mulai tumbuhnya uban (memutihnya rambut) seseorang akan sadar bahwa dirinya sudah tua dan sudah harus lebih dekat kepada Allah. Bukannya malah menutupi ketuaannya di hadapan manusia. “Ini lo, aku! Walaupun sudah umur 60 tahun tetapi masih kelihatan muda dan segar.”

Jika kita hanya berpikir akan penampilan yang sempurna di hadapan umum, maka harus disadari bahwa itu hanyalah sisi permukaan luar saja. Itu hanyalah aspek jasadiah semata, sementara adanya ruh yang sejatinya diri kita tidaklah diperhatikan alias diabaikan. Jasad hanyalah pakaian. Sebagaimana pakaian adalah untuk menutupi jasad, maka janganlah lihat bagaimana pakaiannya, tapi lihatlah keindahan tubuhnya. Begitu juga, janganlah lihat jasadnya tapi lihatlah bagaimana ruhnya, bagaimana hati dan batinnya, sudahkah ia melangkah di jalan Allah dengan benar?

Kini, zaman telah berubah. Jika zaman dahulu menyemir rambut biasa dilakukan oleh anak-anak laki-laki muda pada sebagian rambutnya, sehingga mengesankan bahwa ia adalah anak yang nakal dan urakan. Tapi kini, menyemir rambut seolah sudah menjadi hal yang biasa, bahkan di kalangan para ibu rumah tangga dan juga orang tua. Tidak disadari lagi bahwa Allah tidak menyukai hamba-Nya yang mengadakan perubahan terhadap ciptaan-Nya (yang berkaitan dengan anggota badan manusia).

Hal-hal yang dianggap tabu mulai luntur, ketika sudah sedemikian banyak orang memakainya, maka kebenaran menjadi hal yang samar dan akhirnya menjadi buih di lautan yang akan terombang-ambing oleh ombak zaman. Lalu, kebatilan menjadi semakin merajalela.

Rasulullah Saw. pernah bersabda bahwa di zaman akhir kelak, maka kebaikan akan dianggap hal yang aneh, dikarenakan sudah biasanya kebatilan terjadi, sehingga orang-orang yang masih berpegang teguh dalam ajaran Allah dan sunnah Rasulullah menjadi asing dan dianggap aneh, tapi bersyukurlah orang-orang yang dianggap aneh itu.

Di sini, saya tidak menghukumi tentang halal haramnya menyemir rambut, hanya saja mengingatkan dan mengajak kembali untuk melihat pada seruan Allah bahwa mengubah atau mengganti (baik sifatnya sementara atau permanen) apa saja yang telah diberikan oleh Allah adalah dilarang, kecuali dengan alasan yang sangat penting (yang dibenarkan secara syar’i).

Sumber: Buku Wanita Wanita yang Sudah tidak Punya Rasa Malu, Karya:Arini El Ghaniy







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa