Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Nasihat » Dimana Kebahagiaan Itu?
Dimana Kebahagiaan Itu?
Wahai muslimah yang jujur dan mukminah yang taat. Apabila tujuanmu mencari ridha Allah, maka ia bahagia. Karena sesungguhnya engkau sedang bermuamalah dengan Yang Maha Pengampun dan Maha Pemberi.
Rabu, 26/08/2015 09:29 WIB
Dimana Kebahagiaan Itu?

Duhai wanita yang bersedih....

Wahai muslimah yang jujur dan mukminah yang taat. Apabila tujuanmu mencari ridha Allah, maka ia bahagia. Karena sesungguhnya engkau sedang bermuamalah dengan Yang Maha Pengampun dan Maha Pemberi.

Walau orang-orang tidak menganggap pengorbananmu, maka janganlah bersedih. Sebenarnya kamu telah mengambil pahala dari Allah m . Dia-lah yang akan memberikan kekuatan dan perlindungan, jika engkau memenuhi setiap kewajibanmu.

Ketika tidak ada tempat untuk bersandar, pekerjaan tidak berhasil atau tidak mendatangkan keuntungan, maka janganlah bersedih. Sesungguhnya Allah akan memberikan balasan karena usaha bukan hasilnya. Allah akan membalas setiap amalan walau tidak mendatangkan kebahagiaan. Jadilah engkau seperti pohon kurma yang jauh dari kejelekan. Ia tidak menyakiti. Jika dilempar dengan batu, maka akan jatuh kurma darinya. Ia selalu hijau, baik di musim dingin atau musim panas. Banyak sekali manfaatnya.

Jadilah engkau mulia, jauh dari perkara sia-sia, menjaga aurat dari setiap tipu daya yang merusak malu. Ucapanmu adalah dzikir, pandanganmu pelajaran, diammu berfikir, maka Anda akan mendapatkan kebahagiaan dan ketentraman. Engkau akan disanjung di muka bumi. Sanjungan yang baik dan penuh ketulusan, doa dari sesama, dan dihilangkan murka-Nya. Terhindar dari rasa khawatir, kekacauan hidup, maka tidurlah engkau dalam lautan doa orang-orang beriman. Bangunlah dengan nyanyian sanjungan. Saat itu Anda menyadari bahwa kebahagiaan bukanlah materi, tetapi ketaatan kepada Yang Maha Mulia. Kebahagiaan bukan pada baju baru, bukan pula layanan para pelayan. Kebahagiaan itu ada dalam ketaatan kepada Yang Maha Mulia.

***


Sumber: Buku La Tahzan for Women, Penulis: Nabil bin Muhammad Mahmud







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa