Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Nasihat » Wanita Pedagang Sayur yang Rajin Berqurban
Wanita Pedagang Sayur yang Rajin Berqurban
Kisah ini terjadi di sebuah kabupaten tepatnya di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kisah ini lagi-lagi dilakoni oleh seorang ibu tua miskin, yang dengan kondisinya tersebut tidak membuang kesempatan beramal.
Rabu, 26/08/2015 05:29 WIB
Wanita Pedagang Sayur yang Rajin Berqurban

Kisah ini terjadi  di sebuah kabupaten tepatnya di Banjarnegara, Jawa Tengah. Kisah ini lagi-lagi dilakoni oleh seorang ibu tua miskin, yang dengan kondisinya tersebut tidak membuang kesempatan beramal. Ibu tua yang dimaksud adalah Mbok Merri. Saat ini, ia telah meninggal dunia, namun sisi hidupnya memiliki pengalaman plus pangalaman yang berarti dan menjadi kenangan bagi orang-orang sekitarnya. Meskipun bukan orang kaya dan sudah tua, ia lebih memilih hidup yang mandiri, dalam arti tidak memanfaatkan masa-masa tuanya menjadi seorang peminta-minta di jalanan. Berusaha itu jauh lebih mulia daripada bergantung pada pemberian orang lain.


Salah satu upaya yang dilakukan Mbok Merri adalah menjual sayur ke pasar. Perjuangannya tidaklah mudah. Ia hanya pedagang sayur kecil. Pagi-pagi sekali setelah shalat Shubuh ia berangkat dan menunggu para petani yang akan menjual berbagai jenis macam sayuran. Setelah beberapa sayur terkumpul, barulah ia berangkat ke pasar menjajakan sayur-sayur yang di belinya dari para petani itu.


Meskipun penghasilannya sedikit, tapi hasil yang diperoleh Mbok Merri tidak membuatnya merasa kekurangan. Ia menyadari bahwa berdagang seperti itu, untungnya tidalah seberapa. Namun, dari hasil-hasil itu justru ia mampu bertahan, bahkan bisa menabung untuk suatu tujuan yang positif. Meskipun terus menunggui hingga pasar itu tutup, hal tersebut tidak membuat Mbok Merri putus asa. Apalagi, ia berniat menabung agar bisa membeli hewan qurban, tentu semakin membuat semangatnya terus menyala.


Ternyata, Mbok Merri tidak hanya sekalli atau dua kali saja berqurnban. Hampir setiap tahun, ia mengeluarkan sebagian dari uang yang dikumpulkannya untuk berqurban. Sungguh, sikap yang luar biasa dan sangat istimewa. Hati yang tergerak untuk hal-hal kebaikan, biasanya langsung dibimbing dan diberi petunjuk oleh Allah Swt. Setiap kali berqurban, kambing-kambing pemberian Mbok Merri justru yang paling besar dan sehat.


Mengetahui perbuatan-perbuatan Mbok Merri yang baik itu, apalagi ia diketahui sering memeberi hewan qurban, sebagian dari tokoh-tokoh agama setempat pernah menasihatinya, dan mengatakan bahwa dirinya belum wajib memberi qurban. Mending duitnya ditabung untuk membetulkan rumahnya yang terbuat dari gubuk. Akan tetapi, (bukan bermaksud tidak mengikuti saran-saran baik dari tokoh tersebut), Mbok Merri malah menjawab bahwa rumahnya sudah sangat nyaman dan indah sekali. Lagi pula, rumah di dunia sebagus apa pun, pada akhirnya akan ditinggalkan. Keberadaan sebuah rumah (yang bagus sekalipun) tidak menjamin penghuninya bisa tenteram di dunia dan akhirat.


Menurut Mbok Merri, lebih baik ia menyiapkan rumah di surga daripada membuang-buang duitnya untuk membetulkan rumahnya yang sudah bolong-bolong. Baginya, rumah di dunia ini tidak ada artinya, karena semua akan ditinggalkan ketika penghuninya dipanggil oleh Allah Swt.


Kisah kehidupan Mbok Merri merupakan salah satu contoh sempurna tentang keyakinan keikhlasan berqurban. Kita mengetahui bahwa tidak semua orang mampu menginternalisasikan nilai-nilai ibadah qurban sebagai sesuatu yang penting. Sangat banyak fakta hidup, bahwa di antara banyak orang yang memiliki materi berlimpah dan berkecukupan, tetapi belum terketuk hatinya untuk berqurban.


Semoga pahala atas hewan-hewan yanga telah diqurbankan menjadi pencerah dan penolong di akhirat kelak. Dan semoga, orang-orang selalu merasa terpanggil hatinya untuk menunaikan yang menjadi kewajibannya, akan senantiasa mendapatkan keberkahan dan rahmat yang melimpah dari Allah Swt.


Sumber: KISAH-KISAH AJAIB PENGUBAH HIDUP!, Penulis: Ustadz Amrin Ali Hasan







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa