Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Nasihat » Siti Fatimah Sukses Mendapat Jodoh
Siti Fatimah Sukses Mendapat Jodoh
Kisahnya begini, setelah kematian suami pertamaku, begitu sangat terpukulnya hatiku, begitu hancurnya hidupku, aku merasa apa dosaku kenapa cobaan ini terlalu berat untukku. Aku merasa ini tidak adil karena aku baru merasakan
Kamis, 21/08/2014 12:37 WIB
Siti Fatimah Sukses Mendapat Jodoh

Ada kisah yang di tuturkan oleh Siti Fatimah pada saya tentang shalat Tahajjud mempercepat jodoh, untuk mempercepat datangnya jodoh selain dengan berusaha dengan taaruf atau saling mengenal upaya meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. melalui shalat fardhu lima waktu, sahlat sunnah Tahajjud, shalat Dhuha dan juga shadaqah merupakana upaya mempercepat bertemu dengan jodoh. Semoga kisah ini bisa diambil hikmahnya bagi kita semua.


Kisahnya begini, setelah kematian suami pertamaku, begitu sangat terpukulnya hatiku, begitu hancurnya hidupku, aku merasa apa dosaku kenapa cobaan ini terlalu berat untukku. Aku merasa ini tidak adil karena aku baru merasakan 1 tahun 4 bulan hidup bersama suamiku yang lebih menyakitkan aku baru saja melahirkan seorang anak laki-laki yang selama 7 bulan aku nanti setelah pernikahan kami. Tpi, baru saja 2 minggu kelahiran anakku, suamiku meninggalkan kami berdua. Saat itu, aku begitu sedih. Sedih yang teramat sangat, tapi aku harus kuat karena aku yakin ini adalah ujian dari Allah untuk aku dan aku percaya Allah Maha Mengetahui seberapa besar kemampuanku, dan aku sangat percaya di setiap ujian yang Allah kasih pasti ada hikmahnya.


Keyakinan inilah yang membuatku kuat dan berusaha untuk tidak nangis dan mengeluh kepada siapa pun, kecuali kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Aku berusaha tegar untuk hidupku dan hidup anakku. Setelah 40 hari pascamelahirkan aku mulai melaksanakan shalat Tahajjud kembali yang lama aku tidak kerjakan karena melahirkan.


Dulu, aku bekerja tapi setelah kandunganku berusia 5 bulan aku berhenti. Ingin rasanya aku bekerja kembali untukku dan anakku karena aku tidak mau hanya mengharapkan dari keluarga besarku. Allhamdulillah, setelah anakku berusia 7 bulan aku mulai bekerja di tempat yang baru.


Aku merasa ini jawaban atas doa-doaku. Tapi, sekuat apa pun, aku merasa pincang tanpa ada suami di sampingku, aku kadang  menangis belum lagi omongan orang tentang statusku. Ya Allah, masih adakah jodoh untukku, jodoh yang baik untukku dan untuk anakku, yang dapat menjadi imanku di dunia dan di akhirat kelak seorang ayah untuk anakku karena karena aku tidak lagi memikirkan diriku sendiri, tetapi juga memikirkan anakku.


Itulah doa yang selalu aku ucapkan di setiap shalat fardhu dan di setiap Tahajjud. Ada 3 pria yang mendekati aku. Aku hanya manusia, terus terang aku masih takut karena pengalaman pertamaku. Dan, hanya pada Allah aku meminta pilihan di antara ketiganya, yang mana yang harus aku pilih karena dua tahun aku hidup sendiri. Ya, Allah, pilihkannlah untukku di antara  tiga pria yang ingin menjadi ayah untuk anakku.


Mungkin ini kebahagiaanku yyang akan datang atas pilih dari Allah karena setelah dua tahun, akhirnya jodoh itu datang kembali di mana anakku sangat dekat padanya. Aku yakin dengan pilihanku. Akhirnya, dia melamarku beserta keluarga besarnya. Jujur aku malu karena statusku. Aku tidak percaya diri, tapi calonkulah yang membuat rasa percaya diriku tumbuh. Dia yang membuatku semangat lagi untuk menghadapi hidup untuk membentuk keluarga yang di ridhai oleh Allah. Allah yang mempertemukan kami sehingga akhirnya kami menikah.


Satu tahun sudah aku hidup bersamanya tidak henti-hentinya aku mengucap kata syukur kepada Allah dengan hidupku sekarang ini hidup bersama suami tercinta. Belum pernah ada pertengkaran yang berarti untuk kami karena kejujuran, komunikasi dan saling pengertian yang menjadi komitmen kami. Dan, yang terpenting kami selalu berusaha untuk shalat berjamaah bila ada di rumah. Dan sekarang, aku begitu yakin kalau Allah telah menyiapkan yang lain untukku.


Di saat kami selangkah mendekati Allah Swt, maka Allah akan mendekat lima langkah kepada kita. Jika ujian itu datang, yakinlah karena Allah begitu sayang pada kita karena setelah itu pasti ada nikmat yang luar biasa yang Allah sudah siapkan untuk kita.


Sumber buku : KISAH-KISAH AJAIB PENGUBAH HIDUP, Penulis buku : Ustadz Amrin Ali Hasan








comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa