Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Nasihat » Wajahku dan wajahmu untuk Sang Pencipta Yang Maha Suci
Wajahku dan wajahmu untuk Sang Pencipta Yang Maha Suci
Dia malu terhadap hamba-Nya sedangkan hamba-Nya tidak tahu malu kepada-Nya. Dia selalu menutupi kekurangan hamba-Nya sedangkan hamba-Nya tidak mau menutupi kekurangannya sendiri.
Kamis, 04/09/2014 10:36 WIB
Wajahku dan wajahmu untuk Sang Pencipta Yang Maha Suci

Duhai wanita yang bersedih!!

Allah adalah yang paling baik dan paling mulia. Dia akan memberikan kepada hamba-Nya sebelum ia meminta kepada-Nya. Dia senang dengan amalan walaupun sedikit dan Dia akan menumbuhkan amalan tersebut. Dia akan mengampuni dosa yang banyak dan menghapuskannya. Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Ia tidak sibuk mendengarkan, tidak pernah salah walaupun banyak yang meminta, dan tidak mengeluh dengan teriakan hamba-Nya. Bahkan Dia mencintai hamba-Nya yang berdoa kepada-Nya. Dia senang jika ada yang meminta, dan marah jika tidak dipinta.

Dia malu terhadap hamba-Nya sedangkan hamba-Nya tidak tahu malu kepada-Nya. Dia selalu menutupi kekurangan hamba-Nya sedangkan hamba-Nya tidak mau menutupi kekurangannya sendiri. Dia menyayangi hamba-Nya sedangkan hamba-Nya tidak menyayangi-Nya. Maka bagaimana hati tidak mencintai-Nya karena tidak datang kebaikan kecuali dari-Nya. Tidak dihilangkan kejelekan kecuali oleh-Nya. Dia mengabulkan setiap doa, membantu orang yang jatuh, mengampuni setiap kesalahan, menutupi segala kekurangan, memberikan kemudahan dari setiap kesulitan, membahagiakan orang yang bersedih, dan tidak ada yang memberikan anugerah selain Dia.

Wahai wanita yang bersedih!

Allah itu Maha Luas dalam memberi dan Maha Penyayang kepada setiap yang meminta kasih saying. Maha Mulia bagi orang-orang memiliki keinginan dan Maha Gagah bagi orang yang datang kepada-Nya. Dia selalu memberi kecukupan kepada hamba yang bertawakal kepada-Nya. Dia Lebih Penyayang kepada hamba-Nya dibandingkan kasih sayang seorang ibu kepada putranya. Dia sangat bahagia ketika hamba-Nya bertaubat kepada-Nya, setelah ia kehilangan kenikmatan fana di muka bumi. Ketika ia menyadari betapa hinanya kehidupan yang telah dilaluinya.

Wahai wanita yang bersedih!

Coba rasakan setelah engkau shalat Shubuh. Mulailah duduk dengan khusyuk dengan mengadap kiblat beberapa menit hingga seperempat jam. Perbanyaklah dzikir dan doadalam waktu tersebut. Mintalah kepada Allah akan hari yang menyenangkan. Hari yang baik penuh berkah, penuh kebahagiaan, kesuksesan, kebahagiaan, dan keberuntungan. Hari tanpa kesulitan, krisis, dan masalah. Hari dicurahkannya rejeki melimpah, kebaikan yang banyak, dan perlindungan-Nya yang menyeluruh. Hari tanpa kekacauan, kebimbangan, dan kesedihan. Maka di sisi Allah tempat meminta kebahagiaan, dan di sisi-Nya dipinta rezeki.

Kamu dituntut bersiap demi menyambut hari yang penuh dengan kebaikan dan penuh berkah. Diantara wasiat berharga ketika melakukan amal, atau ketika mendengarkan lantunan ayat A-Qur’an, dengarkanlah dengan seksama dan khusyuk. Itu dapat membersihkan keraguan, kekacauan, dan yang tidak jelas dalam hatimu. Terbiasalah untuk baik, dan lapang dada dari segala yang datang.

Wahai wanita yang bersedih!

Janganlah engkau mencari alasan untuk tidak membaca Al- Qur’an. Renungkanlah kisah ini. Tentang seorang wanita yang memiliki sembilan anak. Putranya yang paling besar berumur tiga belas tahun dan yang paling kecil belum genap satu bulan. Bayangkanlah kebutuhan keluarga tersebut. Mulai dari kebutuhan materi berupa pendidikan, makanan, pakaian, sampai dengan perhatian dan keperluan mereka yang lain. Ia seorang hafidzah, wanita yang hafal Al-Qur’an.

Dia mengajarkan bacaan Al-Qur’an secara rutin di rumahnya. Bahkan ia juga membahas tafsir, mendengar setoran hafalan murid-muridnya, memberikan ceramah agama di beberapa tempat tentang dzikir, tafsir, fikih, dan hadits. Namun demikian ia dapat mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu dua hari, tiga hari, dan kadang seminggu. Waktu terlama khatam adalah satu bulan. Belum pernah terlewat satu kalipun khatam Al- Qur`an setiap bulannya, itupun sejelek-jelek keadaan.

Ada seorang muslimah bertanya padanya, tentang berapa kali ia khatam Al-Qur`an selama bulan Ramadhan. Namun ia Ia menolak menjawabnya. Namun atas desakan sahabatnya yang meminta jawaban demi meningkatkan semangatnya dan keinginan agar dapat melakukan seperti dirinya, wanita tersebut menjawab dengan malu, “Khatam sehari sekali....” Subhaanallah, sehari khatam.... Padahal ia banyak kegiatan. Demi Allah, itu merupakan waktu yang penuh berkah dan sebaik-baik kenikmatan.

Begitulah gambaran wanita mukminah yang takwa, yang membersihkan kesedihannya dengan membaca Al-Qur`an dan menghadiri majelis dzikir. Sebagaimana firman Allah m, ``Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al Kahfi [18]: 46).

***

Sumber: Buku La Tahzan for Women, Penulis: Nabil bin Muhammad Mahmud







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa