Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Nasihat » Selamatkanlah Aku dari Kaum yang Dzalim
Selamatkanlah Aku dari Kaum yang Dzalim
Inilah Asiyah mukminah, sebagai cahaya yang menerangi kegelapan dalam istana Fir`aun. Barangsiapa yang menerangi kami dengan cahaya, ia akan membaca cahaya tersebut dengan penuh kesabaran,
Kamis, 02/10/2014 16:45 WIB
Selamatkanlah Aku dari Kaum yang Dzalim

Dia seorang wanita yang tinggal di istana yang paling megah pada masa itu. Dia memiliki banyak pelayan dan hamba sahaya. Tentu saja, hidupnya penuh dengan kesenangan dan kenikmatan.

Dia adalah Asiyah binti Mazahim, istri Fir’aun. Ia seorang wanita bertubuh ramping, berwajah cantik, dan damai di dalam istananya. Cahaya iman bersinar dalam hatinya, hingga Allah menyebutnya dalam kitab-Nya yang memiliki kandungan makna, dan menjadikannya teladan bagi orang-orang yang beriman.

”Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (QS. At Tahriim [66]: 11).

Ulama mengatakan dalam tafsir ayat ini, “Asiyah mendahulukan memilih tetangga sebelum memilih rumah, dan Rasulullah SAW berhak untuk diberikan wanita-wanita yang sempurna (mulia), sebagaimana dalam sabdanya:



“Orang yang mulia dari kalangan laki-laki banyak, namun yang mulia dari kalangan wanita hanyalah Maryam binti Imran dan Asiyah istri Fir`aun, dan keutamaan ‘Aisyah atas semua wanita seperti keutamaan tsarid atas segala makanan.”
(HR. Bukhari no. 3183, Kitab Ahaaditsun Nisa, Bab Qaulullah Ta`ala Dan Allah membuat istri Fir`aun perumpamaan.”).

Inilah Asiyah mukminah, sebagai cahaya yang menerangi kegelapan dalam istana Fir`aun. Barangsiapa yang menerangi kami dengan cahaya, ia akan membaca cahaya tersebut dengan penuh kesabaran, keteguhan, dan da`wah kepada kaum muslimin untuk kembali kepada Allah SWT.

Duhai wanita yang bersedih!

Barangsiapa yang menyadari bahwa usia di dunia itu sangat pendek, sedikit kenikmatannya, jelek akhlaknya, cepat berlalu dari pemiliknya, maka jangan merasa bersalah atas kenikmatan dunia, jangan putus asa saat kehilangan kenikmatan dunia, jangan bersedih dari yang telah berlalu, dan janganlah putus asa. Sesungguhnya telah disiapkan bagi kita tempat yang lebih megah, kekal, besar, dan lebih baik dari dunia. Yaitu kenikmatan akhirat. Maka ucapkanlah "Alhamdulillah" bila engkau yakin akan bertemu dengan Rab Yang Maha Esa.

Sedangkan wanita kufur mengingkari hari yang dijanjikan ini. Maka berbahagialah bagi wanita yang beriman akan hari perjanjian tersebut dan telah mempersiapkannya. Celakalah bagi yang lemah imannya, dan melupakan hari yang dijanjikan ini. Ia justru sibuk mengurus istananya, rumahnya, harta simpanannya, dan keindahannya yang murah. Tidaklah berharga istana, rumah mewah, dan permata tanpa ada keimanan. Tidak berharga jabatan dan profesi tanpa ketakwaan. Seandainya raja, pemimpin, dan pengusaha dapat membeli kebahagiaan, maka kita tidak akan melihat raja, pemimpin, dan pengusaha hidup dalam kesedihandan tidak akan merasakan pahitnya hidup. Padahal mereka masih saja mengadu dan bersedih terhadap setiap musibah yang menimpa mereka.

Duhai wanita yang bersedih!!

Perhatikan manusia dan keagungan penciptaannya ini. Begitu banyak jenisnya, beraneka ragam bahasa dan berbeda cara bicaranya. Allah membaguskan penciptaannya, dan menyusunnya sebaik-baiknya ciptaan, sebagaimana firman-Nya, ”Dia membentuk rupamu dan dibaguskanNya rupamu.” (QS. At Taghaabun [64]: 3).

Dalam hatimu terkandung mukjizat agung yang merupakan bukti nyata keagungan kuasa Allah Yang Maha Perkasa dan Bijaksana. Maha Suci Allah dalam firman-Nya, ”Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Adz Dzaariyaat [51]: 21).

Inilah bukti keagungan Allah. Di dalam hatimu ada segumpal darah kecil yang dapat memompa darah setiap harinya sebanyak duapuluh dua ribu gallon darah. Yaitu sekitar 8 juta galon lebih dalam setahun. Sama dengan 482 juta galon dalam enam puluh tahun. Itu rata-rata usia manusia. Atau bila ditimbang, ada sekitar 345 ribu ton! Maha Suci Tuhan kami, alangkah agungnya kekuasaan dan penciptaan-Mu. Sanggupkah alat pompa di dunia untuk melaksanakan kinerja seperti hati anda, untuk masa yang sangat lama tanpa perlu untuk memperbaikinya!

”Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki. Dia menyusun tubuhmu.” (QS. Al Infithaar [82]: 6-8).

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At Tiin [95]: 4).

Duhai wanita yang bersedih!

Perhatikanlah langit yang mengagumkan. Bintang dan kelap-kelipnya, matahari dengan keindahannya, galaxy dan keagungannya, rembulan dengan sinarnya. Renungkanlah bumi yang membentang luas. Dari dalamnya keluar air dan tanaman, dan gunung yang kokoh. Renungkanlah sungai dan lautan ini. Malam ini, pagi ini, cahaya ini, naungan awan, semuanya berjalan di muka bumi. Rotasi bumi yang teratur, bunga yang semerbak mewangi, bunga nan indah, buah yang segar, susu yang lezat, madu yang cair, pohon kurma, lebah, semut, serangga kecil, ikan, burung yang berkicau, binatang yang merayap, yang merupakan keindahan yang tidak akan habis, kebaikan yang tidak akan berakhir, dan keindahan pandangan yang tidak terputus. Sebagaimana firman-Nya, "Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh. dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi dan di waktu kamu berada pada petang hari dan di waktu kamu berada di waktu Zuhur. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).” (QS. Ar Ruum [30]: 17-19).

***

Sumber: Buku La Tahzan for Women, Penulis: Nabil bin Muhammad Mahmud







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa