Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Parenting » Aku Tidak Mau Sekolah II
Aku Tidak Mau Sekolah II
Jika si kecil menangkap nada kecemasan pada orang tuanya, mentalnya pun bisa ikut mengkeret. Ia akan berpikir, mungkin di sekolah memang ada sesuatu yang mencemaskan. Berikan ciuman atau pelukan yang cepat, ...
Kamis, 15/12/2011 00:00 WIB
Aku Tidak Mau Sekolah II

6. Berangkatlah dengan Riang

Artinya, tidak ada "upacara perpisahan" yang berlama-lama antara Ibu dan si kecil. Tak perlu dengan pelukan atau ciuman yang lama serta bujukan agar si anak tabah. Jangan katakan kepada anak, misalnya, "Tidak usah cemas, Nak. Tidak ada sesuatu yang bakal terjadi sama kamu."

Jika si kecil menangkap nada kecemasan pada orang tuanya, mentalnya pun bisa ikut mengkeret. Ia akan berpikir, mungkin di sekolah memang ada sesuatu yang mencemaskan. Berikan ciuman atau pelukan yang cepat, dan senyuman ceria. Katakan kepadanya kapan Ibu akan kembali menjemputnya.

7. Tinggalkan Tanpa Sembunyi


Meski tampaknya lebih mudah meninggalkan anak secara diam-diam saat ia sedang bermain, jangan lakukan hal ini. Jika ia tahu bahwa Ibu tiba-tiba "menghilang", ia dapat merasa sangat cemas. Biarkan anak tahu bahwa Ibu akan meninggalkannya. Cukup beri lambaian tangan dan ucapan, "Ibu kerja dulu ya!" lalu pergilah dengan tenang.

8. Beri Cap Lisptik

Anak-anak pra-sekolah biasanya bisa ditenangkan dengan melihat bekas lipstik ibunya. Berikan ciuman pada tangannya sehingga ia dapat selalu melihatnya. Lisptik tidak mudah dihapus, sehingga bisa menjadi pengingat yang tahan lama bagi anak.

9. Bawakan Foto atau Mainan


Foto kecil orang tua, atau foto Ibu sedang di kantor yang ditempelkan di tas sekolah atau loker juga akan membuat si kecil merasa nyaman. Dengan melihat foto, si anak tidak akan merasa bahwa Ibu menghilang darinya. Dengan si Teddy, Pooh, atau mainan lain kesayangannya, anak juga akan merasa punya teman saat ia kesepian atau cemas.

10. Rencanakan Penyambutan

Sebaiknya, Ibu jangan sekadar mengedrop anak di sekolah. Saat mengantarnya, rencanakanlah supaya guru atau petugas sekolah menyambut Anda berdua. Ini akan menurunkan kete­gangan si anak, dan sebagai transisi bahwa sekarang ia hendak masuk ke lingkungan sekolah. Umumnya guru atau pihak pengelola dengan senang hati melakukan hal ini.

 
Disadur dari buku Mengendalikan Si Kecil - editor Deni Karsana - Wyeth Nutritionals







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa