Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Parenting » Elly Risman, Psi:Saya Hanya Ingin Menjadi Agen Parenting (bag. 3)
Elly Risman, Psi:Saya Hanya Ingin Menjadi Agen Parenting (bag. 3)
Mereka mengatakan saya ini aneh karena saya mengurusi hal yang bagi mereka terkesan sepele. Padahal pendidikan yang mereka ajarkan kepada anak-anak mereka, kebanyakannya adalah mereka mendidik anak-anak mereka ...
Rabu, 26/09/2007 10:52 WIB
Elly Risman, Psi:Saya Hanya Ingin Menjadi Agen Parenting (bag. 3)

Mengapa orang-orang mengatakan Anda aneh?

Mereka mengatakan saya ini aneh karena saya mengurusi hal yang bagi mereka terkesan sepele. Padahal pendidikan yang mereka ajarkan kepada anak-anak mereka, kebanyakannya adalah mereka mendidik anak-anak mereka menjadi seorang karyawan bukan seorang entrepreneur. Untuk itulah saya merasa harus memulainya walaaupun banyak orang yang mengatakan saya mengurusi hal yang sepele.

Keseriusan Elly dalam mengurus hal 'sepele' ini ternyata berimbas kepada salah satu buah hatinya. Ya, untuk urusan yang terkesan sepele ini salah satu buah hati Elly dengan suka rela mengambil kuliah S2 di Malaysia pada jurusan Thingking Skill dengan harapan kelak akan bahu membahu bersama ibu tercinta untuk membuka pikiraan masyarakat, bahwa apa yang Elly kerjakan saat ini bukanlah hal yang sepele. Bahkan menurut cerita Elly, jurusan yang anaknya minati tersebut tidak diminati di Malaysia. Bahkan rencananya untuk tahun depan jurusan tersebut akan dihilangkan karena kurangnya peminat.

Karena itu, Elly sadar betul bahwa ia tidak boleh berhenti dari kegiatan ini. demikian pula dengan kegiatannya sebagai konselor sekolah adalah salah satu kegiatan yang tidak akan pernah bosan Elly lakukan. Saat ini sudah hampir seluruh Indonesia yang ia tangani, kira-kira sudah ada 26 Propinsi, di mana ia menjadi konselor sekolah.

Dalam kegiatan ini, tidak banyak yang Elly tawarkan bersama Yayasan Kita dan Buah Hati yang bermoto ”Sahabat Keluarga dan pendidik”, Elly bergiat dalam bidang peningkatan kuaalitas pengasuhan anak dan pelatihan parenting kepada orang tua yang ingin belajar. Elly yang pernah bercita-cita menjadi Menteri Sosial, kini telah berhenti dari asa untuk meraih cita-citanya tersebut. Kini, ia merasa bersyukur dengan bidang yang ia tekuni sekarang.

Apa obsesi Anda selanjutnya

Untuk saat ini dan waktu yang akan datang, saya hanya ingin menjadi agen parenting saja. Karena ini adalah amanah. Anak adalah amanah titipan Allah SWT yang harus kita kembalikan kepada Allah SWT dalam keadaan terbaik, seperti ia memberikan mereka kepada kita dalam keadaan terbaik.

Ya, memberi yang terbaik dalam suasana nan semngat itulah yang selalu inin ia tularkan, terutama semangat dalam thingking skill. Namun seperti apa thingking skill yang Elly maksudkan? Elly pun tidak pelit untuk membaginya bagi pembaca Auladi.

Apa yang Anda Maksudkan dengan thingking skill?

Ada tiga hal, yaitu dengan bercerita, bernyanyi dan bermain. Itulah cara thingking skill yang saya praktikaan kepada anak-anak saya. Sewaktu-waktu bila memang sudah terpola sebagai sebuah kebiasaan pada mereka, untuk menyemangati dan menyemarakkan suasana, saya akan membuat semacam lomba untuk mereka sebagai sebuah reward atas usaha yang mereka lakukan dalam melatih sebuah kebiasaan.

Apa resep khusus yang Anda pegang teguh sebgai orang tua?

Saya selalu menerapkan salah satu prinsip yang dipakai Rasulullah SAW dalam mendidik anak. Yaitu, muliakanlah anakmu dengan akhlaqul karimah. Maka saya dan suami senantiasa berusaha memuliakan anak. Contohnya, bila kita sedang terima telepon, anak kita datang, kita bilang sama yang sedang kita ngobrol, tunggu bentar ya anak saya pulang. Jadi saya sapa anak saya dulu, bukan menomordukan dia setelah selesai pembicaraan. Dengan cara memulikan anak, maka anak pun akan memuliakan kita.

Pertanyaan terakhir, Anda termasuk tipe orang tua seperti apa?

Saya ini tipe autoritatif. Jadi saya menyayangi anak saya dengan rasa sayang yang tinggi, namun saya juga memberikan mereka tuntutan yang tinggi, saya ajarkan kemandirian kepada mereka, karena mereka adalah amanah Allah SWT. Dan saya tekankan kepada mereka, bahwa saya, kedua orangtuanya tidak aakan ada untuk selamanya.

Jadi bukan oraang yang otoriter yaitu tuntutan tinggi namun kasih sayang rendah dan bukan orang yang permisif karena rasa kasih saya besar namun tuntutannya rendah.







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa