Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Parenting » Melalaikan dan Meremehkan Pendidikan Anak
Melalaikan dan Meremehkan Pendidikan Anak
Orang tua harus menyadari bahwa anak yang mereka didik sekarang ini merupakan amanah Allah, la dilahirkan dan dididik sebagai amanah yang harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab.
Kamis, 26/09/2013 06:23 WIB
Melalaikan dan Meremehkan Pendidikan Anak

Orang tua harus menyadari bahwa anak yang mereka didik sekarang ini merupakan amanah Allah, la dilahirkan dan dididik sebagai amanah yang harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab. Pendidikan anak nantinya dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah.

"Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah." Demikian sebuah hadis mengingatkan orang tua.

Anak terlahir ke dunia dalam keadaan fitrah Islamiah, la lahir dengan membawa akidah benar di hatinya. Inilah fitrah Islam yang membekali setiap bayi saat terlahir di dunia. Adapun orang tua berkewajiban memelihara dan menyelamatkan fitrah tersebut.

Fitrah Islamiyah anak hanya bisa selamat apabila kedua / orang tuanya berkewajiban semaksimal mungkin untuk | menyelamatkannya. Tanpa upaya nyata dari orang tua, fitrah J Islamiah anak dapat rusak dan berubah menjadi kekufuran. Untuk mencegahnya, pendidikan agama menjadi pendidikan yang harus diberikan kepada anak sejak dini.

Pendidikan agama kepada anak tidak bisa diabaikan begitu saja. Mengabaikannya sama artinya mengabaikan fitrah Islamiyah yang dimiliki oleh anak. Anak yang dibesarkan tanpa pendidikan agama akan tumbuh sebagai pribadi yang jauh dari ¡A Allah, tidak mengenal sunnah dan buta agama. Jika demikian « keadaannya, orang tua yang paling bertanggung jawab, dan akan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah.

Ibnu Umar berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang mengabaikan anaknya dan mencelanya di () dunia ini, Allah yang Maha Suci dan Maha Tinggi membongkar cacatnya di hari kiamat di hadapan saksi sebagai balasan yang serupa."54

Dewasa ini, dengan berbagai alasan seperti tidak ada waktu karena kesibukan di luar rumah, sudah menyediakan guru privat, atau alasan lainnya, membuat orang tua merasa ringan meninggalkan kewajiban mendidik anaknya. Mereka menganggap pendidikan itu cukup dengan sekolah, kursus atau les privat. Mereka berpikiran bahwa dengan melakukan semua itu cukup menunaikan tanggung jawabnya dalam mendidik anak.

Seharusnya orang tua menyadari bahwa pendidikan anak tidak sekedar melalui jalur formal seperti sekolah. Ada pendidikan yang harus ditunaikan oleh orang tua, yaitu pendidikan yang didasari atas perasaan cinta dan kasih sayang orang tua terhadap anaknya. Inilah pendidikan yang tidak didapati oleh anak di bangku sekolahan, meskipun pendidikan dalam bentuk lainnya juga merupakan perkara yang wajib ditunaikan oleh orang tua.

Mengabaikan pendidikan anak merupakan perkara yang sangat dibenci Allah, la adalah persoalan serius yang niscaya v akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Orang tua yang demikian adalah orang tua yang tidak amanah, sehingga pantas ) bagi mereka mendapatkan siksaan Allah.



54. ::.
Ahmad dan Thabrani dalam kitab al Kabir dan alAusath. Para rawi Thabrani adalah 0 shahih, kecuali adalah Abdullah bin Ahmad adalah tsiqah imam. Demikian dikata- () kan oleh Haitsami dalam o/ Majma, 5/15.







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa