Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Hijabers » Parenting » Sakit Leher
Sakit Leher
Ada bintik-bintik di sekujur tubuh saya akibat ketegangan rutin dalam menjalani kehidupan keluarga sehari-hari. Sakit di bahu saya muncul karena kesalahan pada kartu catatan putri saya semester lalu dan gurunya yang lupa...
Rabu, 12/10/2011 00:00 WIB
Sakit Leher

Ada bintik-bintik di sekujur tubuh saya akibat ketegangan rutin dalam menjalani kehidupan keluarga sehari-hari. Sakit di bahu saya muncul karena kesalahan pada kartu catatan putri saya semester lalu dan gurunya yang lupa membalas telepon saya. Urat kaku di leher saya adalah akibat waktu menjemput sekolah yang bersamaan dengan wawancara radio dan janji dengan dokter hewan untuk memeriksakan kucing kami. Rahang saya sakit karena proposal saya masih tergeletak di meja padahal mestinya sudah dikirimkan, surat-surat masih menumpuk belum dibuka, dan stiker pemeriksaan di mobil saya sudah kedaluwarsa enam bulan lamanya.

Kadang-kadang saya menahan napas, tidak secara sengaja, ketika pikiran saya sedang berpacu, yang menyebabkan kepala saya sakit berdenyut-denyut. Keseimbangan akan hilang jika migrain menyerang. Saya pun membiasakan diri untuk mengatur napas, mengambil posisi yoga untuk membiarkan bintik-bintik itu meninggalkan tubuh saya dan kertas-kertas catatan di mobil, di atas meja, di samping tempat tidur, dan di dekat telepon dapur. Ketika "kewajiban-kewajiban" itu berusaha menyusup masuk ke dalam tubuh saya dan menancapkan cengkeramannya, saya mengambil napas dalam-dalam dan memulai daftar lain atau berendam di bak air panas atau menumpahkan unek-unek saya kepada suami saya yang sabar atau seorang teman yang pengertian. Jika itu tidak berhasil, saya mengangkat telepon dan mendaftar ke panti pijat, meskipun dengan segan, sebab saya, seperti banyak wanita lain, merasa bersalah karena membuang-buang waktu dan uang untuk sesuatu yang rasanya terlalu memanjakan diri.

Strategi apa yang dapat membantu Anda tetap tenang? Bahkan, apakah Anda sadar saat ketegangan itu merayap ke dalam tubuh Anda? Apakah Anda kehilangan kesabaran menghadapi anak-anak, marah kepada diri sendiri karena tidak mampu mengatasi keadaan, mendamprat suami/istri Anda, merasakan gatal-gatal yang menjengkelkan di tangan, pergi begitu saja, mengunyah beberapa potong permen?

Jika kita mempunyai banyak tugas yang harus dikerjakan, marilah kita pastikan bahwa kita telah menyiapkan tali penyelamat bagi diri kita sendiri. Cheryl, seorang konsultan pemasaran dan ibu sepasang batita kembar, menuturkan bahwa dia berusaha memenuhi kebutuhan setiap orang hingga hari Kamis, ketika dia melakukan mogok emosional dan mengizinkan dirinya berkata, "Tidak, tidak sekarang, saya sedangberjalan* jalan atau membaca buku atau tidak menyiapkan makan malam sungguhan."

Periksalah tubuh Anda, sekarang juga. Di mana Anda merasakan ketegangan? Apa yang terasa kaku atau sakit atau nyeri? Tanyalah diri Anda sendiri di mana rasa sakit itu terasa paling menyiksa? Kini, ambillah napas dalam-dalam, tuliskan langkah-langkah apa yang dapat Anda ambil untuk mengatasi masalah ini, dan singkirkan kue lengket yang sudah siap Anda telan sebagai pelampiasan dari yang Anda rasakan begitu di luar kendali Anda.

Karina adalah orangtua tunggal dan manajer proyek yang sibuk, yang harus mengubah hidupnya untuk mengatasi stres yang menyerang perutnya. Dia tinggal di rumah dengan perut kesakitan selama berhari-hari setelah berusaha membantu putranya dan mengatasi permasalah di kantor. "Akhirnya, saya beralih pada pekerjaan paruh* waktu, membatalkan nyaris semua janji yang saya buat, dan berbelanja keperluan dapur sekali seminggu. Saya menyusun menu untuk seminggu dan membuat daftar belanja sendiri berdasarkan ‘kapling-kapling’ di kulkas sehingga saya tinggal melihat barangapa yang sudah habis. Saya menerapkan teknik anggaran dalam hidup saya, yang banyak membantu menurunkan tingkat stres saya dan memungkinkan saya hidup dengan penghasilan lebih kecil. Saya berlatih olahraga pada jam makan siang paling sedikit dua kali seminggu; dan akhirnya, dengan semua perubahan ini, saya tidak pernah kesakitan lagi dan anak saya dan saya merasa jauh lebih bahagia."

Gunakanlah teknik-teknik dan sarana keseimbangan yang telah terbukti bisa membantu. Jika Anda menjadi orangtua yang lebih baik setelah berlatih, janganlah menunda les dansa Anda untuk memenuhi janji dengan dokter gigi. Jika Anda bisa bekerja lebih efisien kalau Anda meninggalkan rumah dalam keadaan bersih dan rapi, pertimbangkan untuk mempekerjakan tukang bersih-bersih atau jadwalkan acara bersih- bersih dengan seluruh keluarga setiap malam.

Kuasailah detail-detail kehidupan Anda agar semua itu tidak merusak tubuh Anda yang sehat. Dan jika Anda merasa kewalahan setelah mendengar itu, upayakan untuk mengatasi stres Anda agar dapat menjadi orangtua yang sehat, seimbang, dan bebas- tekanan bagi anak Anda.

 

Disadur dari buku SQ untuk Ibu, Penulis: Mimi Doe, Penerbit KAIFA







comments powered by Disqus
Teh Ninih
connect with abatasa