Or signin with Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang

Teh Ninih (Ninih Mutmainah)

» Pulang kampung membawa berkah
Pulang kampung membawa berkah
Saudaraku, sudah menjadi tradisi bangsa kita bahwa setelah Ramadhan berakhir kaum muslimin bersilaturahim dengan karib kerabat di kampung halaman. Kita berhari raya di desa, kita mudik. Saudaraku, jika engkau memiliki rizki
Jum'at, 06/06/2014 15:26 WIB
Pulang kampung membawa berkah

Saudaraku, sudah menjadi tradisi bangsa kita bahwa setelah Ramadhan berakhir kaum muslimin bersilaturahim dengan karib kerabat di kampung halaman. Kita berhari raya di desa, kita mudik.
Saudaraku, jika engkau memiliki rizki yang cukup untuk pulang kampung, bersyukurlah, jangan boros dan jangan pamer harta. Sebaliknya, saudaraku, jika engkau tidak memiliki cukup bekal untuk merayakan hari raya Idul Fitri di desa, bersabarlah dan jangan berkecil hati. Engkau masih bisa bersilaturahmi dengan sanak saudara melalui telepon, sms, atau surat.
Saudaraku, jika engkau melakukan perjalanan, ada beberapa hal yang sebaiknya engkau lakukan.
1. Sebelum berangkat, luruskan niat bahwa perjalanan yang akan dilakukan adalah ikhlas karena Allah SWT, untuk menyambung silaturahim.

Jangan ada sedikitpun niat-niat yang bengkok dari aturan Allah SWT, misalnya ingin memamerkan harta kekayaan, memamerkan kecantikan atau kecerdasan anak-anak, dsb.
2. Jangan lupa juga berinfak atau sedekah sebelum berangkat. Infak dan sedekah adalah penolak bala agar kita bisa terhindar dari kecelakaan.
3. Laksanakalah shalat sunnah qabla shafar sebelum berangkat. Shalat sunnah ini dilakukan bukan hanya saat hendak berangkat ke Makah saja. Kita dianjurkan menjalankan shalat sunnah shafar setiap kita akan bepergian.
4. Ketika keluar dari rumah, dahulukanlah kaki kanan ketika melangkah sambil membaca doa, Laa haula walaa Quwwata illaa billahil alyyil adhiim.
5. Ketika engku menaiki kendaraan, bacalah doa Bismillaahi majreha wa mursahaa inna robbi lagofuurur rohim.
6. Selama di perjalanan, berusahalah untuk selalu mengingat Allah SWT, jangan sampai ada perkataan, pendengaran, dan perbuatan yang sia-sia di sisi Allah SWT.
7. Jika memungkinkan, berhentilah setiap waktu shalat tiba untuk melaksanakan shalat fardu. Jika tidak, niatkan untuk menjama takhir atau jama takdhim. Ini adalah rukhshah (keringanan) dari Allah SWT bagi orang yang sedang bepergian jauh.
8. Isilah perjalanan engkau dengan hal-hal yang bermanfaat. Misalnya mendengarkan kaset murattal Al-Quran. Engkau juga bisa berdiskusi dengan suami dan anak-anak. Contohnya, engkau mengajak bersyukur kepada anak-anak bahwa mereka telah memiliki mobil pribadi sehingga mereka bisa bepergian dengan nyaman. Yang naik angkutan umum bersyukur karena masih bisa pulang kampung daripada tidak sama sekali.

Saudaraku, semoga engkau selamat selama perjalanan hingga kembali ke rumah. Selamat berhari raya Idul Fitri. Selamat berbahagia besilaturahim dengan karib keluarga di kampung halaman tercinta







comments powered by Disqus
connect with abatasa